Jambi — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah binaan Koramil 416-06/MB, tepatnya di RT 04 RW 02, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Senin (24/8/2026).
Begitu menerima informasi mengenai kebakaran, Babinsa Koramil 416-06/MB, Kopda Dumroh, bersama personel TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta masyarakat setempat segera bergerak menuju lokasi. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area di sekitarnya.
Lahan yang terbakar merupakan milik Bapak Tobri, dengan kondisi berupa kebun karet tua, area gambut, semak belukar, dan rumput ilalang. Dari total luas lahan sekitar 1,5 hektare, diperkirakan kurang lebih 1 hektare terdampak kebakaran.
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan 10 personel TNI, 25 personel Polri, 6 personel BPBD, 25 personel Damkar, 1 orang Kasat Pol PP, serta masyarakat sekitar.
Untuk mendukung proses pemadaman, personel menggunakan sejumlah sarana, di antaranya satu unit kendaraan R4 Damkar TNI, satu unit kendaraan R6 AWC tangki Polri, satu unit kendaraan R4 BPBD, dan satu unit kendaraan R4 Damkar.
Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak merembet ke wilayah lainnya. Setelah api padam, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul, terutama pada area gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di dalam tanah.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui dan masih dalam penanganan serta penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Seluruh rangkaian pemadaman berlangsung aman dan lancar. Kondisi di lokasi saat ini juga terpantau aman dan kondusif, dengan personel gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kembali titik api.
Kehadiran Babinsa bersama unsur TNI dan instansi terkait di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi Karhutla. Selain membantu proses pemadaman, langkah tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat serta upaya menjaga lingkungan dari dampak kebakaran. (Pendiam 0416/Bute)
Bravo Lima










