PWI PROVINSI JAMBI BERDUKA, KELUARGA BESAR PWI KEHILANGAN SOSOK PANUTAN Dr. H. Budi Setiawan Kenang Herry Rawas, Jurnalis Santun yang Selalu Menjaga Etika Profesional dan Transparan, Revitalisasi SDN 219 Kota Jambi Diharapkan Jadi Percontohan Pembangunan Sekolah PWI Kehilangan Sosok Panutan, Dunia Pers Jambi Kehilangan Sahabat Babinsa Danau Teluk Dampingi Reses Anggota DPR RI, Serap Aspirasi Warga Pasir Panjang

Home / TNI-POLRI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Profesional dan Transparan, Revitalisasi SDN 219 Kota Jambi Diharapkan Jadi Percontohan Pembangunan Sekolah

JAMBI – Proses revitalisasi SD Negeri 219 Kota Jambi terus menunjukkan perkembangan. Pembangunan yang menggunakan anggaran bantuan revitalisasi sebesar Rp1,8 miliar tersebut diharapkan tidak sekadar menghasilkan gedung sekolah yang baru, tetapi juga menjadi contoh pelaksanaan pembangunan satuan pendidikan yang profesional, transparan, berkualitas, dan memperhatikan aspek keselamatan.

Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 219 Kota Jambi, Usrial, memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat ditemui awak media di lokasi pembangunan, Jumat (7/8/2026), Usrial mengatakan keterbukaan menjadi salah satu prinsip yang diterapkan sejak awal pelaksanaan proyek. Sosialisasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di lingkungan sekolah.

“Sejak awal kami telah melaksanakan sosialisasi yang dihadiri Lurah Kenali Besar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para orang tua murid, serta pihak terkait lainnya. Seluruh proses pembangunan, mulai dari pekerjaan pondasi hingga saat ini, terus saya awasi secara langsung hampir setiap hari agar kualitas pekerjaan tetap terjaga sesuai standar,” ujar Usrial.

Menurut Usrial, keterlibatan berbagai pihak tersebut penting agar pembangunan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga dapat dipantau secara bersama-sama oleh masyarakat, khususnya orang tua siswa.

Baca :  Dukung Energi Terbarukan, Kasad Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu di Bali

Ia mengapresiasi Kepala Sekolah, dewan guru, dan seluruh staf SDN 219 yang dinilai telah memberikan dukungan sehingga program revitalisasi dapat direalisasikan.

Usrial yang juga dosen di IAIN Jambi itu mengatakan, kepercayaan yang diberikan pihak sekolah kepada P2SP menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional.

Karena itu, pengerjaan melibatkan tenaga kerja yang berpengalaman serta memperhatikan penggunaan perlengkapan keselamatan kerja atau safety. Di sisi lain, pembangunan juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari pemberdayaan lingkungan.

Usrial menjelaskan, anggaran revitalisasi sebesar Rp1,8 miliar dialokasikan untuk merehabilitasi total enam ruang bangunan sekolah sekaligus membangun lima ruang kelas baru.

“Material bangunan yang digunakan juga mengikuti spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Menurut dia, standar material dan kualitas pengerjaan menjadi perhatian penting karena bangunan sekolah bukan sekadar infrastruktur fisik. Gedung tersebut akan digunakan setiap hari oleh ratusan siswa dan guru sehingga aspek keamanan, kenyamanan, serta ketahanan bangunan harus menjadi prioritas.

“Insya Allah pekerjaan ditargetkan selesai pada Oktober 2026. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar sehingga SDN 219 memiliki fasilitas pendidikan yang semakin layak dan berstandar nasional,” ujar Usrial.

Usrial sendiri memiliki kedekatan dengan SDN 219. Selain sebagai wali murid kelas IV, dua anaknya juga tercatat sebagai alumni sekolah tersebut.

Baca :  Semarak HUT ke-1 Kodam XX/TIB, Kodim 0415/Jambi Gelar Jalan Santai Bersama Keluarga Besar TNI

Karena itu, menurutnya, revitalisasi SDN 219 memiliki arti lebih dari sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur pendidikan yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi generasi penerus.

Harapan terhadap revitalisasi juga disampaikan para orang tua siswa.

Rohila, salah seorang wali murid yang memiliki anak di kelas I dan kelas IV, menyambut positif pembangunan gedung baru tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Semoga dengan gedung yang baru nanti kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan di SDN 219,” katanya.

Menurut Rohila, keberadaan fasilitas sekolah yang memadai akan memberikan suasana belajar yang lebih baik bagi siswa maupun guru.

Hal senada disampaikan Sofyan Nuh, wali murid kelas II. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target.

“Saya bangga dan mengapresiasi pihak sekolah. Setelah bertahun-tahun berdiri, akhirnya SDN 219 mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah. Harapan kami pembangunan segera selesai agar proses pendidikan semakin baik,” ujarnya.

Namun, Sofyan juga mengingatkan agar aspek keselamatan tidak diabaikan, terutama karena pembangunan mencakup bangunan bertingkat.

Baca :  Babinsa Hadiri Rencana MTQ, Perkuat Sinergi dengan Aparatur Kelurahan

“Ketika pembangunan lantai dua dilakukan, kami berharap pagar pengaman dibuat lebih tinggi sehingga keamanan siswa lebih terjamin dan memberikan rasa tenang bagi guru maupun orang tua,” katanya.

Revitalisasi sekolah pada akhirnya tidak cukup hanya diukur dari seberapa cepat bangunan selesai. Kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi, transparansi penggunaan anggaran, serta keselamatan pengguna bangunan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pembangunan.

Karena itu, harapan agar revitalisasi SDN 219 dapat menjadi percontohan bukanlah sesuatu yang berlebihan. Sekolah yang dibangun dengan dana publik semestinya menghasilkan fasilitas pendidikan yang benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Di sinilah pentingnya pengawasan bersama. P2SP, pihak sekolah, pemerintah, tenaga pelaksana, orang tua murid, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

Jika prinsip tersebut konsisten dijaga hingga pekerjaan selesai, revitalisasi SDN 219 bukan hanya akan melahirkan ruang-ruang kelas baru, tetapi juga dapat menjadi contoh bahwa pembangunan fasilitas publik dapat dilakukan dengan profesional, transparan, partisipatif, dan berorientasi pada keselamatan serta kepentingan peserta didik.

Tiga kata kunci yang semestinya menjadi ukuran keberhasilan pembangunan SDN 219: tepat mutu, tepat waktu, dan tepat manfaat.

Sumber: Rosyid

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Semarak Malam Takbiran di Jambi, Dandim 0415/Jambi Hadiri Pawai Kendaraan Hias

TNI-POLRI

Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Hadiri Musrenbangdes Markanding, Dukung Penyusunan RKPDesa 2027

TNI-POLRI

Babinsa Kembang Tanjung Tanamkan Disiplin dan Karakter Siswa Sejak Dini

TNI-POLRI

Danrem 043/Gatam: TNI Siap Kawal Ketahanan Pangan dari Tanam Hingga Panen

TNI-POLRI

HUT PGRI ke-80 di SMAN 3 Muaro Jambi: Guru Dirayakan, Dedikasi Diingat

TNI-POLRI

Babinsa Koramil Ma Tembesi Pererat Silaturahmi Lewat Komsos di Desa Aur Gading

TNI-POLRI

Bangun Keakraban Warga, Babinsa Mersam Gaungkan Budaya Tegur Sapa dan Gotong Royong

TNI-POLRI

Pembangunan Jalan TMMD ke-124 Kodim 0419/Tanjab Capai 90 Persen