NEW YORK – Ketangguhan lini pertahanan Argentina akhirnya runtuh pada babak perpanjangan waktu final Piala Dunia 2026. Setelah lebih dari 100 menit mampu meredam gempuran Spanyol, juara bertahan akhirnya harus menyerah ketika Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106.
Sepanjang waktu normal, duel berlangsung sangat ketat. Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan melalui kombinasi umpan-umpan pendek khas mereka. Namun, disiplin lini belakang Argentina yang dikomandoi Cristian Romero serta penampilan gemilang Emiliano “Emi” Martínez membuat gawang Albiceleste tetap aman.
Memasuki babak tambahan, intensitas serangan Spanyol semakin meningkat. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-106. Ferran Torres berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Argentina sebelum melepaskan penyelesaian akhir yang akurat ke gawang Emi Martínez.
Gol tersebut langsung membungkam para pendukung Argentina yang memenuhi stadion. Sebaliknya, kubu Spanyol bersorak merayakan keunggulan yang telah mereka perjuangkan sepanjang pertandingan.
Tertinggal 0-1, Argentina mencoba meningkatkan tempo permainan demi mencari gol penyeimbang. Lionel Messi dan rekan-rekannya berusaha membangun serangan dari berbagai sisi lapangan, namun pertahanan Spanyol tampil disiplin dan mampu menghalau setiap peluang yang tercipta.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi satu-satunya gol dalam laga final sekaligus memastikan kemenangan Spanyol atas Argentina.
Kemenangan tersebut mengantarkan La Roja meraih gelar juara Piala Dunia 2026, sekaligus menegaskan keberhasilan generasi baru sepak bola Spanyol yang dipimpin sejumlah pemain muda berbakat. Sementara bagi Argentina, kekalahan ini mengakhiri perjuangan mereka untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun sebelumnya. (Red)
Editor: Firdaus










