MUARO JAMBI, — Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, meninjau langsung kesiapsiagaan lima Pos Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (12/7/2026). Peninjauan dilakukan sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, dan sistem respons cepat menghadapi potensi kebakaran pada awal musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, beserta jajaran. Kunjungan meliputi Posko 29 Desa Arang-Arang, Posko 30 Desa Puding, Posko 19 Desa Seponjen, Posko 20 Kelurahan Tanjung, dan Posko 71 Desa Simpang.
Di setiap pos, Danrem memeriksa kesiapan personel, kelengkapan peralatan pemadam, kendaraan operasional, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan titik panas (hotspot). Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada kecepatan deteksi dini, respons awal, serta koordinasi yang solid antarlembaga.
“Seluruh personel harus tetap siaga penuh. Tingkatkan patroli terpadu, lakukan deteksi dini, dan segera tindak lanjuti setiap informasi adanya titik panas. Jangan memberi ruang bagi api untuk berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Brigjen TNI Nyamin.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Satgas Karhutla dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, pemerintah desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat upaya pencegahan di lapangan.
Selain patroli darat, pemantauan melalui Satgas Udara Karhutla terus dioptimalkan guna memonitor perkembangan titik panas di wilayah rawan. Informasi hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi percepatan pengerahan personel jika ditemukan indikasi kebakaran.
Danrem juga mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif kepada masyarakat. Edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Melalui peninjauan ini, Korem 042/Garuda Putih berharap seluruh Pos Siaga Karhutla di Muaro Jambi tetap berada dalam kondisi siap operasional sehingga setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini melalui deteksi cepat, respons terpadu, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Sumber: Penrem 042/Gapu
MUARO JAMBI, — Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, meninjau langsung kesiapsiagaan lima Pos Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (12/7/2026). Peninjauan dilakukan sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, dan sistem respons cepat menghadapi potensi kebakaran pada awal musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, beserta jajaran. Kunjungan meliputi Posko 29 Desa Arang-Arang, Posko 30 Desa Puding, Posko 19 Desa Seponjen, Posko 20 Kelurahan Tanjung, dan Posko 71 Desa Simpang.
Di setiap pos, Danrem memeriksa kesiapan personel, kelengkapan peralatan pemadam, kendaraan operasional, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan titik panas (hotspot). Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada kecepatan deteksi dini, respons awal, serta koordinasi yang solid antarlembaga.
“Seluruh personel harus tetap siaga penuh. Tingkatkan patroli terpadu, lakukan deteksi dini, dan segera tindak lanjuti setiap informasi adanya titik panas. Jangan memberi ruang bagi api untuk berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujar Brigjen TNI Nyamin.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Satgas Karhutla dengan pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, pemerintah desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat upaya pencegahan di lapangan.
Selain patroli darat, pemantauan melalui Satgas Udara Karhutla terus dioptimalkan guna memonitor perkembangan titik panas di wilayah rawan. Informasi hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi percepatan pengerahan personel jika ditemukan indikasi kebakaran.
Danrem juga mengingatkan pentingnya pendekatan persuasif kepada masyarakat. Edukasi mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Melalui peninjauan ini, Korem 042/Garuda Putih berharap seluruh Pos Siaga Karhutla di Muaro Jambi tetap berada dalam kondisi siap operasional sehingga setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini melalui deteksi cepat, respons terpadu, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Sumber: Penrem 042/Gapu










