Pertemuan rutin yang diawali senam bersama, dilanjutkan arisan dan makan bersama menjadi ruang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga nilai-nilai pengabdian di kalangan purnawirawan.
JAMBI — Suasana hangat menyelimuti Gedung Juang, Kota Jambi, Sabtu (4/7/2026). Sejak pagi, anggota Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) Kota Jambi bersama keluarga mulai berdatangan untuk mengikuti pertemuan rutin bulanan yang diawali dengan senam bersama.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kerja DPC PEPABRI Kota Jambi Tahun 2026/2027 itu bukan sekadar agenda organisasi. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi ruang untuk merawat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan di antara para purnawirawan yang pernah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran Ketua DPD PEPABRI Provinsi Jambi, Kolonel (Purn.) Bunadi, beserta istri. Hadir pula para kepala bidang DPD PEPABRI Provinsi Jambi, para senior PEPABRI, serta anggota PEPABRI dari Kota Jambi dan Muaro Jambi. Kehadiran para senior menjadi simbol kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antargenerasi.
Usai senam, para peserta menikmati hidangan sederhana yang disiapkan secara gotong royong. Berbagai makanan dibawa secara sukarela oleh anggota, mulai dari pisang rebus, jagung rebus, kacang rebus, aneka rebusan, hingga air mineral. Bahkan, ada anggota yang memilih memberikan bantuan dana untuk mendukung konsumsi kegiatan.
Tradisi saling berbagi itu menghadirkan suasana yang akrab. Tidak ada kemewahan yang ditonjolkan. Yang tampak justru keikhlasan untuk saling melengkapi. Makanan yang tersaji menjadi simbol kebersamaan, bahwa setiap anggota memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Ketua DPC PEPABRI Kota Jambi, Peltu (Purn.) H. Mujiono, mengatakan bahwa kegiatan rutin tersebut merupakan upaya menjaga kekompakan dan mempererat hubungan kekeluargaan di antara anggota.
“Organisasi ini dibangun atas semangat persaudaraan. Karena itu, silaturahmi harus terus dijaga. Ketika kita berkumpul, saling menyapa, berolahraga bersama, lalu makan bersama, sesungguhnya kita sedang merawat nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan PEPABRI,” ujarnya.
Menurut Mujiono, semangat gotong royong yang ditunjukkan para anggota menjadi bukti bahwa nilai-nilai yang ditanamkan selama masa pengabdian tetap hidup meski telah memasuki masa purnatugas.
“Yang dibawa mungkin hanya rebusan atau makanan sederhana, tetapi nilai keikhlasan dan rasa memiliki terhadap organisasi itulah yang paling berharga. Semoga semangat ini terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan arisan bulanan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tawa, cerita pengalaman, dan saling bertukar kabar menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap pertemuan.
Di tengah perubahan zaman, PEPABRI Kota Jambi menunjukkan bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seseorang meletakkan seragamnya. Pengabdian dapat terus diwujudkan melalui keteladanan, kepedulian, dan upaya menjaga persaudaraan.
Sebab, bagi para purnawirawan, masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan. Ia justru menjadi babak baru untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak pernah mengenal kata usai. (Red/**)










