Bandar Lampung, sriwijayadaily.com – Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin oleh Brigjen TNI Andrian Susanto, dengan tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.” Upacara tersebut berlangsung di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Jalan Wolter Monginsidi Teluk Betung, Bandar Lampung, pada Jumat (13/02/2026).
Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Kasdam XXI/Radin Inten selaku pimpinan upacara, disampaikan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang dilaksanakan setiap tahun merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, dan profesionalisme prajurit serta PNS TNI.
Panglima TNI juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan operasi tahun ini diarahkan pada pendekatan edukatif untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan mencegah pelanggaran hukum di lingkungan TNI. Berdasarkan laporan pelaksanaan tahun 2025, jumlah pelanggaran mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib menunjukkan penurunan pelanggaran dari 456 menjadi 432 pelanggaran, atau turun sebesar 5,62 persen, sementara Operasi Yustisi mengalami penurunan dari 925 perkara menjadi 549 perkara, yang berarti turun sebesar 40,64 persen.
“Capaian ini menunjukkan kemajuan positif dalam pembinaan disiplin prajurit. Namun, kita tetap memerlukan konsistensi dan peningkatan pengawasan,” ujar Panglima TNI.
Selain itu, Panglima TNI menekankan pentingnya peningkatan kemampuan prajurit Polisi Militer dalam mengikuti perkembangan teknologi, termasuk untuk pencegahan dan penindakan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak citra TNI. Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi juga harus dioptimalkan guna mendukung penanganan perkara yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.
Usai upacara, Kasrem 043/Gatam Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen disiplin dan ketaatan hukum di lingkungan TNI, khususnya di jajaran Korem 043/Gatam.
“Ketaatan terhadap hukum adalah fondasi utama dari profesionalisme prajurit. Disiplin bukan hanya kewajiban, tetapi juga kehormatan yang harus dijaga demi nama baik satuan dan institusi TNI,” tegas Kasrem.
Kasrem juga menekankan bahwa pendekatan edukatif dalam operasi ini adalah langkah strategis untuk membangun kesadaran hukum prajurit secara berkelanjutan dan mencegah terjadinya pelanggaran.
Lebih lanjut, Kasrem mengajak seluruh prajurit Korem 043/Gatam untuk terus meningkatkan integritas dan menjunjung tinggi nilai-nilai Sapta Marga. Ia juga mengingatkan agar prajurit bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak mencederai kehormatan institusi TNI.
“Sebagai prajurit TNI, kita harus menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan ketaatan hukum. Dengan disiplin yang kuat, kita akan semakin profesional dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara dan mendukung terwujudnya Indonesia Maju,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi TA 2026 ini, diharapkan seluruh prajurit TNI semakin disiplin, profesional, dan berintegritas, menjaga kehormatan institusi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara. (Hermansyah/red)










