Bandar Lampung, sriwijayadaily.com — Inspektur Kodam (Irdam) XXI/Radin Inten Brigadir Jenderal TNI Enjang, S.I.P., M.Han., memimpin langsung karya bakti sosialisasi Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah (Zero Waste) di tiga pusat aktivitas ekonomi Kota Bandar Lampung, Rabu, 11 Februari 2026. Tiga lokasi itu adalah Pasar Bambu Kuning, Pasar Gintung, dan Pasar SMEP.
Kegiatan ini melibatkan personel Kodam XXI/Radin Inten bersama unsur pemerintah daerah, pengelola pasar, aparat kepolisian, TNI AL, DPRD, serta komunitas peduli lingkungan. Sejumlah pejabat tampak hadir, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Kabag Ops Brimobda Lampung, perwakilan Lanal Lampung, serta unsur Forkopimda setempat.
Di tengah tumpukan sampah pasar yang menjadi potret persoalan klasik kota-kota besar, Brigjen TNI Enjang menegaskan bahwa isu kebersihan bukan semata urusan pemerintah daerah. “Persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dalam sambutan di sela kegiatan.
Pasar tradisional, menurut dia, merupakan simpul ekonomi rakyat sekaligus salah satu penyumbang volume sampah terbesar. Karena itu, pendekatan tidak cukup berhenti pada aksi bersih-bersih insidental, melainkan harus menyentuh perubahan perilaku. Gerakan Zero Waste, kata Enjang, menekankan pengurangan produksi sampah sejak dari sumbernya, pemilahan, serta pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
Karya bakti dilakukan melalui pembersihan area pasar, pengangkutan sampah, serta edukasi langsung kepada pedagang dan pengunjung untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Personel TNI tampak bekerja berdampingan dengan masyarakat—sebuah pola yang dalam doktrin teritorial disebut sebagai kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sejumlah pedagang mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap sosialisasi dan pendampingan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar seremonial.
Bagi Kodam XXI/Radin Inten, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus dukungan terhadap program pemerintah daerah di bidang kebersihan dan pengelolaan sampah. Pendekatan kolaboratif lintas institusi dinilai penting untuk memastikan gerakan lingkungan tidak berhenti pada tataran wacana.
Menutup kegiatan, Brigjen TNI Enjang mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai budaya. “Lingkungan yang bersih adalah cerminan masyarakat yang sehat dan disiplin. Mari mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan dari sekarang,” ujarnya.
Karya bakti berlangsung tertib dan aman. Di antara hiruk-pikuk transaksi pasar, pesan tentang disiplin lingkungan menjadi garis tegas: menjaga kebersihan bukan hanya urusan petugas, melainkan tanggung jawab kolektif warga kota. (Hermansyah/red)










