Jambi, SRIWIJAYADAILY — Drainase adalah urat nadi kota yang sering luput dari perhatian. Ia bekerja diam-diam, mengalirkan air hujan agar tak menggenang di jalan, agar kota tetap hidup dan nyaman. Namun, ketika tersumbat oleh lumpur, sampah plastik, dan dedaunan, fungsinya pun terganggu. Yang tersisa adalah genangan, bau tak sedap, dan potensi penyakit yang mengintai warga sekitar.
Kesadaran inilah yang mendorong Babinsa Kelurahan Lebak Bandung, Koramil 415-10/Jambi Selatan, Kodim 0415/Jambi, Serka Rudianto, untuk turun langsung bersama Ketua RT 11, Heriyanto, mendampingi petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Jambi. Mereka bahu-membahu membersihkan saluran drainase yang tersumbat di Jalan Amas RT 11, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Minggu (2/11/2025).
Pagi itu, cangkul dan sekop berpindah tangan di antara lumpur dan sampah yang menumpuk. Babinsa, petugas PU, dan warga bekerja tanpa sekat. Keringat bercampur dengan semangat gotong royong, mengingatkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab semua.
“Drainase punya fungsi mendasar — mengalirkan air hujan berlebih agar lingkungan tetap aman dan sehat,” ujar Serka Rudianto di sela kegiatan. Ia menegaskan, peran warga sangat penting dalam menjaga kebersihan saluran air agar tidak kembali tersumbat. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Drainase yang bersih adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Kegiatan sederhana ini mendapat apresiasi luas dari warga. Selain membantu memperlancar aliran air, mereka merasa terbina dalam semangat kebersamaan. Di balik lumpur yang diangkat, ada pesan moral yang lebih dalam: kepedulian terhadap lingkungan adalah cermin dari kepedulian terhadap sesama.
Langkah kecil Babinsa dan Dinas PU ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Bukan hanya memperbaiki aliran air, tetapi juga memperkuat aliran solidaritas di tengah kehidupan kota.
Di tengah perubahan cuaca yang semakin tak menentu, tindakan seperti ini mengingatkan bahwa upaya menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Sebab kota yang bersih bukan dibangun oleh kebijakan besar semata, tetapi oleh tangan-tangan kecil yang mau bergerak bersama.**










