SRIWIJAYADAILY.COM – Menjaga ketertiban dan kedamaian di lingkungan masyarakat tidak selalu harus melalui jalur hukum. Pendekatan dialogis dan mediasi sering kali menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan tanpa menimbulkan gejolak sosial.
Hal ini ditunjukkan oleh Babinsa Kelurahan Bagan Pete, Koramil 415-09/Telanaipura Kodim 0415/Jambi, Peltu Edi Candra. Ia memfasilitasi proses mediasi antara Tasqibul Fikri (14) dan Ibu Yunita Ningrum (36) terkait dugaan gangguan terhadap kenyamanan keluarga, pada Senin (20/10/2025).
Mediasi berlangsung di Kantor Lurah Bagan Pete, Jl. Lingkar Barat II RT 07, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, dan turut dihadiri Lurah Bagan Pete, Bapak Ratullani, S.H.I., serta tokoh masyarakat setempat.
Peltu Edi Candra menegaskan, kehadirannya sebagai Babinsa tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis antarwarga.
“Kami hadir untuk memastikan mediasi berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gesekan sosial. Apalagi masalah ini melibatkan anak usia sekolah yang masih bisa diarahkan dan dibina,” ujarnya tegas.
Menurutnya, mediasi menjadi pilihan bijak agar persoalan tidak melebar dan menimbulkan keresahan. Jalur hukum hanya akan memperpanjang masalah, sementara musyawarah menghadirkan solusi yang lebih cepat, adil, dan manusiawi.
“Permasalahan sosial sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan semangat persaudaraan. Dengan komunikasi yang baik, semua pihak bisa menemukan titik damai tanpa ada yang dirugikan,” tambah Peltu Edi.
Hasilnya, kedua pihak sepakat berdamai. Ibu Yunita bersedia memaafkan, asalkan Fikri berjanji tidak lagi mengganggu kenyamanan keluarganya. Kesepakatan ini disaksikan bersama dan dituangkan dalam komitmen untuk menjaga hubungan baik di masa depan.
Danramil 415-09/Telanaipura, Mayor Arm Irfan Kito, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp mengatakan, “Saya mengapresiasi langkah Babinsa Peltu Edi Candra dalam menyelesaikan konflik di masyarakat dengan jalur mediasi. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir untuk keamanan, tetapi juga sebagai pengayom yang mampu membina hubungan harmonis antarwarga. Semoga metode damai ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya.”
“Kami berharap mediasi seperti ini menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam menyelesaikan persoalan secara damai, dewasa, dan beradab,” pungkas Peltu Edi Candra.
Melalui pendekatan musyawarah, moralitas, dan rasa kekeluargaan, Babinsa kembali menunjukkan peran strategis TNI di tengah masyarakat: menjaga stabilitas, mendinginkan suasana, dan menghadirkan solusi bagi setiap persoalan warga.**










