Khairil Amri Nahkodai ISORI Jambi, Siap Kembangkan Organisasi hingga Daerah Sambut HUT Ke-81 TNI, Korem 042/Gapu Gelar Donor Darah, Sunatan Massal, dan Pengobatan Gratis TNI AD Fair 2026, Alutsista dan Inovasi Jadi Magnet Pengunjung di Monas DPD PEPABRI Jambi Evaluasi dan Bubarkan Panitia HUT ke-67, Tekankan Tertib Administrasi dan Penguatan Pengabdian Purna Tugas Bukan Akhir Persaudaraan, Rekan Seperjuangan Datang Menjenguk Suhartono

Home / Nasional

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:00 WIB

TNI Bantu Polisi Kejar dan Ungkap Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI di Malang

Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras insiden pengeroyokan terhadap seorang prajurit TNI Angkatan Laut yang terjadi di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis (26/6/2025).

Insiden bermula dari cekcok antara korban, seorang prajurit aktif TNI AL, dengan seorang pria yang diduga sebagai calo penumpang di area terminal. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan rekan-rekan calo tersebut. Akibat kejadian itu, prajurit TNI mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Baca :  Menuju Indonesia Emas 2045, BNN Luncurkan Gerakan Ananda Bersinar pada Puncak HANI 2026

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dalam keterangannya dari Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/6/2025), menegaskan bahwa TNI akan mendukung penuh upaya aparat kepolisian dalam memburu dan menangkap seluruh pelaku.

“TNI akan membantu penuh pihak kepolisian dalam memburu dan menangkap para pelaku. Data para pelaku sudah kita dapatkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memberantas segala bentuk premanisme yang meresahkan,” ujar Mayjen Kristomei.

Baca :  Babinsa Koramil Jambi Selatan Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa Baru SMP Tri Sukses Boarding School

Hingga berita ini diturunkan, tiga pelaku telah berhasil diamankan, sementara pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran. Aparat gabungan TNI-Polri terus bekerja untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan tuntas.

Mayjen Kristomei menegaskan bahwa kekerasan terhadap aparat negara merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Siapa pun pelakunya akan diproses secara hukum untuk mendapatkan efek jera. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut melaporkan tindakan premanisme. Negara tidak boleh kalah oleh preman,” tegasnya.

Baca :  Turun Langsung ke Titik Api, Brigjen TNI Debok dan Kasdam Tambun Bungai Tangani Karhutla di Tjilik Riwut

TNI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang, dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. TNI memastikan akan terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti terminal, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya peran serta seluruh pihak, baik aparat maupun masyarakat, dalam menanggulangi aksi premanisme yang masih kerap terjadi di ruang-ruang publik.

(Sumber: AgaraNews.com)

Share :

Baca Juga

Nasional

Polresta Jambi Hadiri HUT Pramuka ke-64 Tingkat Kota Jambi

Nasional

Bincang Santai, Jaga Hubungan Baik Babinsa Koramil 03/Pauh Komsos dengan Warga Binaan

Nasional

Kebahagiaan Jenderal Dudung Ditengah Keceriaan Masyarakat Papua

Nasional

Ciptakan Pemilu 2024 yang Aman dan Damai, TNI/Polri dan ASN Di Lampung Gelar Apel 6 Pilar

Nasional

Dandim 0415/Jambi Imbau Warga Dan Pelaku Usaha Perkebunan Buka Lahan Tanpa Bakar

Nasional

TNI AD Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional

TMMD Ke-115 Kodim 0415/Jambi Fokus Pada Pembangunan Masyarakat di Pedesaan

Nasional

Pastikan Lahan Tersedia, Danrem 042/Gapu Tinjau Lokasi Opla di Batanghari