Ketum PWI Pusat Ajak Keluarga Besar PWI Provinsi Jambi Jaga Kekompakan Babinsa Kelurahan Murni Kawal Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Babinsa Pasir Panjang Sambangi Pengrajin Mebel, Dukung Pengembangan UMKM Babinsa Koramil Muara Tembesi Hadiri Sosialisasi P4GN, Dukung Terwujudnya Kampung Bebas Narkoba Babinsa Koramil Sebapo Gelar Komsos, Pererat Kemanunggalan TNI dengan Warga Desa Marga Mulya

Home / Nasional

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:00 WIB

TNI Bantu Polisi Kejar dan Ungkap Kasus Pengeroyokan Prajurit TNI di Malang

Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras insiden pengeroyokan terhadap seorang prajurit TNI Angkatan Laut yang terjadi di Terminal Arjosari, Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis (26/6/2025).

Insiden bermula dari cekcok antara korban, seorang prajurit aktif TNI AL, dengan seorang pria yang diduga sebagai calo penumpang di area terminal. Perselisihan tersebut kemudian berujung pada aksi pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan rekan-rekan calo tersebut. Akibat kejadian itu, prajurit TNI mengalami luka parah dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Baca :  Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dalam keterangannya dari Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/6/2025), menegaskan bahwa TNI akan mendukung penuh upaya aparat kepolisian dalam memburu dan menangkap seluruh pelaku.

“TNI akan membantu penuh pihak kepolisian dalam memburu dan menangkap para pelaku. Data para pelaku sudah kita dapatkan. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan memberantas segala bentuk premanisme yang meresahkan,” ujar Mayjen Kristomei.

Baca :  Babinsa Muara Tembesi Ingatkan Pekerja Pentingnya Keselamatan Kerja

Hingga berita ini diturunkan, tiga pelaku telah berhasil diamankan, sementara pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran. Aparat gabungan TNI-Polri terus bekerja untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan tuntas.

Mayjen Kristomei menegaskan bahwa kekerasan terhadap aparat negara merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Siapa pun pelakunya akan diproses secara hukum untuk mendapatkan efek jera. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut melaporkan tindakan premanisme. Negara tidak boleh kalah oleh preman,” tegasnya.

Baca :  Danramil Sebapo Hadiri Halal Bihalal dan Tabligh Akbar BKMT, Perkuat Ukhuwah di Mestong

TNI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang, dan menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. TNI memastikan akan terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti terminal, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya peran serta seluruh pihak, baik aparat maupun masyarakat, dalam menanggulangi aksi premanisme yang masih kerap terjadi di ruang-ruang publik.

(Sumber: AgaraNews.com)

Share :

Baca Juga

Nasional

Pabung Kodim 0415/Jambi buka Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika

Nasional

TMMD Ke-113 Kodam II/Sriwijaya Dibuka Serentak Di 5 Kabupaten/Kota

Nasional

Pemkot Jambi Raih Penghargaan STBM 2021 Dari Menkes

Nasional

Web based Vietnamese Online dating Safety Recommendations

Nasional

Danrem 042/Gapu Tutup Latihan Penanggulangan Bencana Alam

Nasional

Pangdam Jaya Hari Pertama Kawal KTT ASEAN Ke-43 Tahun 2023 Jakarta

Nasional

Peduli Kesehatan Balita Di Papua, Satgas 303 Datangi Honai Berikan Susu Sehat

Nasional

Apel Gelar Persiapan Latgabma Super Garuda Shield TA.2022