Finalis PPJ 2026 Tunjukkan Beragam Bakat, Penyelenggara Tekankan Karakter dan Cinta Budaya Jambi Babinsa Talang Banjar Dukung Program Kampung Bahagia, Perkuat Gotong Royong Warga Komsos Jadi Jembatan Kedekatan TNI dan Warga di Marga Manunggal Jaya Babinsa Jambi Selatan Ajak Pelajar SMPN 26 Jauhi Geng Motor, Judi Online, dan Narkoba Babinsa Solok Sipin Hadiri Posyandu, Dukung Kesehatan Ibu dan Anak Bersama Tiga Pilar

Home / Nasional

Selasa, 27 Mei 2025 - 10:52 WIB

TNI AD Evaluasi Total Prosedur Pemusnahan Amunisi Usai Insiden Garut

JAKARTA – TNI Angkatan Darat memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi dan bahan peledak afkir menyusul insiden ledakan di Garut, Jawa Barat, yang menimbulkan korban jiwa. Evaluasi ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana usai menghadiri Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Panglima TNI dan Kepala Staf TNI di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Brigjen Wahyu menjelaskan bahwa tim investigasi telah menemukan dua hal pokok dalam musibah tersebut: penyebab ledakan dan faktor yang menyebabkan jatuhnya korban dari masyarakat sipil.

Baca :  Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan

“Detonator yang akan dimusnahkan adalah yang sudah kedaluwarsa (expired), dengan kondisi yang tidak stabil dan sangat sensitif terhadap gesekan serta guncangan. Penanganannya membutuhkan keahlian khusus dan standar keamanan tinggi,” ujar Kadispenad.

Sayangnya, dalam pelaksanaannya terjadi pelibatan warga sipil yang melampaui tugas-tugas administratif, seperti menggali lubang dan membersihkan sisa residu ledakan. Warga bahkan turut mengangkat detonator ke lokasi pemusnahan, sebuah tindakan yang disebut Kadispenad sebagai faktor pemicu insiden.

Baca :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Sebagai langkah tegas, TNI AD menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi ke depan tidak akan lagi melibatkan masyarakat dalam bentuk apa pun, termasuk untuk urusan logistik. Sebagai gantinya, teknologi akan dimaksimalkan—seperti penggunaan mini beghoe untuk penggalian dan robot penjinak bom untuk membawa bahan peledak ke titik pemusnahan.

Baca :  Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Lurah Payo Selincah Pererat Sinergi Lewat Halal Bihalal

“Ini adalah pelajaran penting. Kami prihatin dan berduka atas kejadian ini. TNI AD akan menjadikan seluruh temuan dan rekomendasi sebagai dasar evaluasi menyeluruh,” pungkas Kadispenad.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap TNI AD serta komitmen institusi dalam mencegah insiden serupa di masa depan.**)

Sumber: Dispenad

Share :

Baca Juga

Nasional

Jalin Silaturahmi Sambil Sarapan Pagi Danramil Pasar dengan Perangkat Kelurahan Orang Kayo Hitam

Nasional

Satgas Yonif 125/SMB Gelar Patroli Simpatik Demi Menjaga Kondusifitas Kemanan

Nasional

Asah Kemampuan Prajurit, Kodim 0415/Jambi Gelar Latnister

Nasional

Kaajendam II/Swj Pimpin Tradisi Penerimaan Warga Baru

Nasional

Dandim 0402/OKI Panen Raya Padi IP 100 Bersama Gubernur Sumsel

Nasional

Kodim Jayawijaya Bersama Pemda Tetap Genjot Vaksinasi Sampai Akhir 2021

Nasional

Ada Sosok Kowad Ikut Sertijab Dari Puluhan Perwira Kodim Lahat

Nasional

87 Prajurit Kodim 0415/Jambi Naik Pangkat Periode 1 Oktober 2024