Babinsa Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Paal Merah, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik Babinsa Hadiri Pelepasan Siswa SDN 10/IV Kota Jambi, Dorong Semangat Lanjutkan Pendidikan Babinsa Dampingi Penutupan TPS di Selamat, Program Kampung Bahagia Didorong Berbasis Warga Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di UNP, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat Dandenpom II/2 Jambi Letkol CPM Deka Piro Sandira Pimpin Ziarah Rombongan Sambut HUT ke-80 Pomad

Home / TNI-POLRI

Minggu, 25 Mei 2025 - 11:15 WIB

Kasad: Pencak Silat Adalah Warisan Leluhur dan Jati Diri Prajurit TNI AD

SRIWIJAYADAILY, CIMAHI – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau bela diri, melainkan warisan budaya luhur bangsa Indonesia yang telah menjadi bagian dari jati diri prajurit TNI AD.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasad saat menutup Latihan Kader Pelatih Pencak Silat Militer (PSM) Terpusat TA 2025 dan mengukuhkan Pengurus PSM di Lapangan Disjasad, Cimahi, Jawa Barat, Jumat (23/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak 3 Februari hingga 22 Mei 2025 ini diikuti oleh 199 prajurit dari berbagai satuan TNI AD. Para peserta menjalani pelatihan intensif di Pusdiklatpassus dan Pusdikjas TNI AD, dengan fokus pada penguatan kemampuan sebagai pelatih, wasit, dan juri pencak silat militer.

Baca :  Babinsa Muara Tembesi Rangkul Pemuda Lewat Komsos, Perkuat Keamanan Lingkungan

“Pencak silat bukan hanya teknik bertarung. Ia adalah bagian dari jiwa, karakter, dan semangat Sapta Marga setiap prajurit. Para pelatih yang dilahirkan dari latihan ini diharapkan menjadi agen perubahan, tidak hanya di satuan, tetapi juga di tengah masyarakat,” ujar Kasad.

Baca :  Babinsa Koramil Pelayangan Perkuat Sinergitas Melalui Komsos Bersama Lurah dan Tokoh Masyarakat

Kasad juga menyampaikan bahwa pengembangan pencak silat di lingkungan militer merupakan bagian dari strategi pembinaan jasmani dan pembentukan karakter prajurit yang disiplin, tangguh, dan berbudaya.

Penataran mencakup berbagai materi, mulai dari teknik dasar hingga lanjutan pencak silat militer, taktik pertempuran jarak dekat, hingga metodologi pelatihan yang dapat diterapkan di satuan masing-masing. Selain pengukuhan Pengurus PSM oleh Ketua Harian PB IPSI Benny G. Sumarsono, acara penutupan juga diramaikan dengan atraksi spektakuler seperti pencak silat kreatif, demonstrasi teknik PSM, aksi lempar pisau dan kapak (Lempika), hingga mountaineering.

Baca :  Babinsa Patroli Sambil Edukasi, Dorong Deteksi Dini Gangguan Lingkungan

“Teruslah belajar dan berlatih. Jadilah pelatih yang membina, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara moral dan jiwa keprajuritan,” pesan Kasad kepada seluruh peserta.

Dengan semangat pelestarian budaya dan penguatan jati diri prajurit, TNI AD membuktikan bahwa pencak silat tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan nasional dalam bingkai kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Dispenad)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Pembangunan Jalan TMMD Ke-127 Kodim 0415/Jambi Mempercepat Akses dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

TNI-POLRI

“Mendengar Suara Allah di Dalam Qalbun”

TNI-POLRI

Babinsa di Batanghari Ajak Warga Hidupkan Poskamling, Bangun Rasa Aman dari Desa

TNI-POLRI

Patroli Gabungan di Paal Merah, TNI dan Forkopimcam Jaga Kondusivitas Wilayah

TNI-POLRI

Babinsa Serka Romli Ajak Pemuda Lubuk Ruso Jadi Motor Perubahan Desa

TNI-POLRI

Makan Bergizi Gratis Disambut Gembira Warga Kuaserama

TNI-POLRI

Kodim 0415/Jambi Siap Kawal Patroli Gabungan Lawan Geng Motor

TNI-POLRI

Babinsa Koramil 415-12/Pasar Pererat Silaturahmi Melalui Komsos Bersama Warga