Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Perkuat Kedekatan dengan Pemuda Desa Melalui Komsos di Lokasi Pembangunan Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepedulian Lingkungan, Babinsa Koramil 415-03/Muara Tembesi Gelar Komsos Bersama Warga SEJARAH, VISI, MISI, TUJUAN, DAN BIDANG KEGIATAN PEPABRI Rosyid Jurnalis, Sosok Multitalenta yang Menginspirasi di Jambi Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Kebun Handil Hadiri Rapat Koordinasi Penutupan TPS Serentak

Home / TNI-POLRI

Senin, 24 Maret 2025 - 13:32 WIB

Pangdam XVII/Cenderawasih Kecam Kebiadaban OPM yang Menyerang Guru dan Nakes di Yahukimo

Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M., mengecam keras aksi keji yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap para guru dan tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo. Serangan brutal yang terjadi pada Jumat (21/3) itu mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Pangdam menyampaikan kecaman tersebut saat menjenguk para korban yang kini tengah dirawat di RS Marthen Indey (RSMI) Jayapura pada Senin (24/3). Para korban adalah:

Sdri. RLS (30), Guru, asal NTT – Meninggal dunia

Sdr. K (29), Guru, asal NTT – Luka-luka

Sdr. FL (32), Guru, asal NTT – Luka-luka

Sdr. T (28), Guru, asal NTT – Luka-luka

Sdri. P (30), Guru, asal NTT – Luka-luk

Sdri. I (27), Nakes, asal NTT – Luka-luka

Sdri. F (32), Guru, asal Sorong, Papua – Luka-luka

Baca :  Babinsa Paal Merah Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Menurut laporan yang diterima, OPM secara tiba-tiba menyerang dan membakar rumah para guru pada Jumat sore. Para korban berusaha menyelamatkan diri dengan bantuan warga dan berhasil selamat meski mengalami luka-luka. Mereka kemudian mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Anggruk.

Namun, dalam aksi brutalnya, OPM juga merusak alat komunikasi berupa SSB dan Starlink, menyebabkan gangguan komunikasi bagi masyarakat. Situasi yang semakin tidak aman membuat sebagian besar warga Distrik Anggruk memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pada Sabtu (22/3) pagi, aparat keamanan TNI bergerak cepat untuk menguasai wilayah tersebut dan mengevakuasi para korban serta masyarakat yang terdampak. Proses evakuasi ke Jayapura dilakukan pada Minggu (23/3) pukul 14.00 WIT, di mana ketujuh korban berhasil dipindahkan ke RS Marthen Indey untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca :  Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno Tutup Usia, TNI AD Berduka

Saat ini, jenazah Sdri. RLS masih berada di RSMI, menunggu keputusan dari pihak keluarga dan Pemerintah Daerah Yahukimo terkait proses pemakaman. Sementara itu, enam korban lainnya terus menjalani perawatan hingga kondisi mereka stabil.

Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, menegaskan bahwa tindakan kejam OPM ini membuktikan bahwa mereka bukan pejuang kemerdekaan, melainkan justru penindas masyarakat Papua sendiri.

“Tidak masuk akal jika mereka mengklaim berjuang untuk Papua tetapi justru membunuh orang asli Papua dan tenaga pendidik serta kesehatan yang membantu masyarakat,” ujar Pangdam.

Lebih lanjut, ia membantah tuduhan OPM yang menyebut bahwa para korban adalah intelijen militer. “Itu hanya kedok mereka untuk membenarkan aksi brutalnya. Masyarakat sendiri tahu bahwa korban adalah guru dan tenaga kesehatan yang datang untuk mengabdi,” tambahnya.

Baca :  Babinsa Selamat Serap Aspirasi Warga Lewat Anjangsana, Perkuat Silaturahmi di Wilayah Binaan

Saat ini, aparat TNI telah sepenuhnya mengamankan Distrik Anggruk, dan masyarakat yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 34 warga telah kembali ke kampung mereka.

Sementara itu, aparat keamanan masih terus menyelidiki motif di balik serangan kejam ini dan memastikan tidak ada lagi ancaman bagi warga maupun tenaga pendidik dan kesehatan di wilayah tersebut.

Kejadian ini semakin menegaskan bahwa kekerasan oleh kelompok bersenjata di Papua harus segera dihentikan. Keberadaan guru dan tenaga kesehatan sangat vital dalam membantu masyarakat, dan tindakan brutal terhadap mereka hanya akan memperburuk kondisi pendidikan dan kesehatan di Papua.

TNI bersama aparat keamanan lainnya terus berupaya menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Papua, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat yang ingin hidup damai dan sejahtera.**

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

Kapten Inf. Ahmad Taufik: Merajut Kasih dan Kebersamaan di Hari Raya

TNI-POLRI

Rumah Harapan Ibu Alui: Ketika Gotong Royong Membawa Kebahagiaan

TNI-POLRI

Edukasi Sejak Dini, Babinsa Tanjung Johor Ingatkan Bahaya Bullying

TNI-POLRI

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Kukuhkan Pencak Silat Militer Wilayah Korem 042/Gapu

TNI-POLRI

Babinsa Dukung Pembangunan KDKMP di Desa Mekarjaya untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat

TNI-POLRI

Babinsa Koramil 415-08/Danau Teluk Bina Pemuda Tanjung Raden, Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan

TNI-POLRI

Babinsa Dukung Safari Ramadhan, Ajang Pererat Silaturahmi dan Sinergi dengan Masyarakat

TNI-POLRI

PNM Meksar Dukung UMKM Daun Telang di Jambi, Babinsa Beri Pendampingan