Anjangsana HUT ke-67 PEPABRI, Jalin Silaturahmi dan Berbagi Kepedulian Porwada SIWO PWI Jambi Resmi Ditutup, KONI Sumbang Satu Set Meja Tenis Meja Tinjau Karhutla di Londerang, Danrem 042/Gapu Turun Langsung Bantu Padamkan Api Danrem 042/Gapu Cek Kesiapan Posko Udara Satgas Karhutla di Pal Merah Sinergi Lintas Sektor Perkuat Penanganan Karhutla di Tanjung Jabung Timur

Home / TNI-POLRI

Sabtu, 8 Februari 2025 - 07:48 WIB

Jaga Warisan Sejarah, Danramil Suak Kandis Bersama Forkopimcam Kumpeh Gelar Patroli Cagar Budaya

Muaro Jambi – Cagar budaya merupakan peninggalan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Namun, maraknya aktivitas pencarian dan penambangan ilegal di kawasan bersejarah, terutama di sepanjang Sungai Kumpeh dan Sungai Batanghari, menjadi ancaman bagi kelestarian warisan budaya tersebut.

Menanggapi hal ini, Danramil 415-01/Suak Kandis, Kodim 0415/Jambi, Kapten Inf Kusnaidi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kumpeh melaksanakan patroli imbauan larangan penambangan cagar budaya pada Jumat (7/2/2025).

Baca :  Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Distribusi BBM di SPBU, Pastikan Penyaluran Berjalan Lancar

Patroli ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak situs bersejarah.

Kapten Inf Kusnaidi menegaskan bahwa upaya sosialisasi dan patroli telah dilakukan berulang kali, namun masih ada warga yang tetap melakukan pencarian dan penambangan. Oleh karena itu, langkah tegas akan diambil apabila masyarakat tidak mengindahkan imbauan tersebut.

“Kami memberikan tenggat waktu tiga hari agar warga menghentikan aktivitas penambangan cagar budaya. Jika masih ditemukan pelanggaran setelah batas waktu tersebut, akan ada tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Baca :  Tapir Masuk Kampung, Nurani Jangan Ikut Tersesat

Sementara itu, Camat Kumpeh, Benyamin S.Sos, menekankan bahwa eksploitasi cagar budaya tidak hanya merusak nilai sejarahnya, tetapi juga dapat berdampak buruk pada lingkungan sekitar sungai.

“Penambangan ini mengubah karakteristik lingkungan, merusak ekosistem, serta menghilangkan jejak sejarah yang seharusnya kita lestarikan untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Baca :  Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Koramil 415-12/Pasar Ikuti Pembongkaran TPS di Kelurahan Pasar

Patroli ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis agar masyarakat memahami pentingnya menjaga situs bersejarah. Selain itu, kehadiran TNI dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Dengan adanya patroli dan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga warisan sejarah agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (F1R54)

Share :

Baca Juga

TNI-POLRI

SPPG Kodim 0805/ Ngawi Mulai Jalankan Program Makan Bergizi di Sekolah

TNI-POLRI

Gaspoll Ala Danrem 042/Gapu: Percepat OPLA Demi Ketahanan Pangan

TNI-POLRI

“Jemput Bola”, Babinsa Teratai Pererat Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos Door to Door

TNI-POLRI

Babinsa Beri Penyuluhan Pengasuhan Anak untuk Wali Murid SDN 4/IV Kecamatan Pelayangan

TNI-POLRI

Anjangsana Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Pererat Silaturahmi dengan Warga Binaan

TNI-POLRI

Semangat Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga dalam Membangun MCK di Yayasan Desa Kemuning

TNI-POLRI

Babinsa Olak Kemang Ajak Kader TP-PKK Perkuat Penanganan Stunting

TNI-POLRI

TNI Berduka, Satu Prajurit Gugur dalam Misi UNIFIL di Lebanon