Babinsa dan Manggala Agni Perkuat Strategi Sosialisasi Cegah Karhutla Babinsa Gelar Komsos di Desa Pelempang, Perkuat Kedekatan dengan Warga Babinsa Ma Bulian Ikut Gerakan Tanam Nasional, Dorong Ketahanan Pangan di Batanghari Babinsa Lakukan Anjangsana, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan Lingkungan Babinsa Bantu Warga Pasang Plafon, Perkuat Semangat Gotong Royong di Jambi

Home / Nasional

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 19:25 WIB

Danrem 042/Gapu Menghadiri High Level Meeting TPID Provinsi Jambi

Danrem 042/Gapu Menghadiri High Level Meeting TPID Provinsi Jambi/Ist

Danrem 042/Gapu Menghadiri High Level Meeting TPID Provinsi Jambi/Ist

SRIWIJAYADAILY.CO.ID, JAMBI – Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono, S.IP., M.M menghadiri Higt Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) Provinsi Jambi yang digelar di Gedung Lantai 2 Mahligai Bank 9 Jambi, Sabtu ( 27/08/2022)

Rapat yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Jambi Dr. H Al Haris, S.Sos,. M.H.

Dalam sambutannya, Gubernur Jambi menyampaikan bahwa Provinsi Jambi kembali menggelar High Level Meeting tahun 2022 dengan tema “Penguatan Sinergi Pengendalian Inflasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi” guna berkomitmen dalam pengendalian inflasi di Provinsi Jambi.

High Level Meeting dilaksanakan sebagai upaya untuk mereview inflasi di Provinsi Jambi dan merumuskan strategi pengendaliannya.

Hal Ini diperlukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dari pertemuan ini kita sepakat untuk menjaga pengendalian inflasi di Provinsi Jambi, dimana sebelumnya telah dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama Pemerintah Provinsi Jambi dan Bank Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten/Kota pada Selasa (14/06/2022) lalu,” jelas Al Haris.

Baca :  28 Pati TNI AD Naik Pangkat, Termasuk Danrem 042/Gapu

Lebih lanjut, Gubernur Jambi saat memberi pemaparan terkait kondisi ekonomi dan inflasi di Provinsi Jambi saat High Level Meeting, bahwa komitmen pertama terkait pengendalian inflasi ini, yaitu menjaga inflasi sesuai koridor 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Komitmen kedua, yakni merealisasikan kerjasama antar daerah untuk bahan pangan dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan. Ketiga, rutin mengadakan pertemuan setiap bulannya di seluruh kabupaten/kota untuk mengulas kembali perkembangan harga dan mencari solusi agar harga stabil.

“Semua ini ditujukan untuk kesejahteraan rakyat dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ungkapnya.

Gubernur Al Haris juga menjelaskan kondisi harga komoditas unggulan di Provinsi Jambi saat ini, khususnya petani kelapa sawit belum merasakan kenaikan TBS meski keran ekspor kembali dibuka. Tren kenaikan TBS yang masih belum stabil sangat mempengaruhi perekonomian petani di Jambi yang 60 persennya merupakan petani sawit.

Kekhawatirannya terkait dampak dari adanya beberapa perusahaan batu bara yang diberikan sanksi oleh Kementerian Negeri Sumber Daya Mineral (ESDM) karena angkutannya yang bermasalah, ungkap Al Haris.

Baca :  Nuansa Kekeluargaan, Senkom Kota Jambi Gelar Silaturahmi Syawal Penuh Keakraban

“Kita khawatir bahwa akan terjadi inflasi yang tidak terkendali di Provinsi Jambi. Otomatis kalau inflasi signifikan, maka dikhawatirkan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Jambi”.

“Kita ingin tingkat inflasi di Jambi dari semua Kabupaten/Kota bisa dikendalikan, paling tidak harga komoditi penyumbang income perkapita keluarga Jambi yang perlu dipertahankan,” imbuhnya.

Dirinya meminta kepada pihak terkait untuk selalu memonitor setiap perkembangan ekonomi dan gejolak ekonomi di Provinsi Jambi.

“Kalau kita sering berkoordinasi paling tidak kita mengecilkan masalah masyarakat yang terdampak inflasi daerah. Terimakasih Bank Indonesia yang selalu aktif dan responsif terhadap dinamika ekonomi di Jambi,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian yang hadir pada acara tersebut turut memberikan masukan kepada TPID Provinsi Jambi.

Dirinya mengatakan, TPID Provinsi Jambi dapat melakukan pengendalian inflasi pada bahan pangan, salah atau upaya yang dapat dilakukan dengan menyediakan pasokan ikan nila sebab berdasarkan analisa BI dan BPS, bahan pangan pemicu inflasi di Jambi antara lain bawang merah dan ikan nila.

Baca :  Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

“Kalau untuk bawang merah secara iklim mungkin tidak cocok, saya kasih masukan yang mungkin realistis dan cepat dikerjakan, serta tingkat keberhasilan tinggi adalah dengan menyediakan pasokan ikan nila lebih baik lagi sehingga lebih stabil,” sarannya.

“Upaya lain yang bisa dilakukan TPID, yakni dengan terus menjalin kerjasama antar daerah,” tandasnya.

Sebelum acara Higt Level Meeting,TPID Provinsi Jambi di Bank 9 Jambi,dilaksanakan penandatangan oleh Mendagri Prasasti Gedung baru Bank 9 Jambi.

Tampak hadir dalam acara Higt Level Meeting di lantai 2 Bank 9 Jambi, Forkopimda Pemprov Jambi, Bupati dan Sekda Kerinci, Pj Bupati Muaro Jambi, Wabup dan Sekda Tanjabbar, Wabup dan Sekda Tanjabtim, Sekda Tebo, Sekda Bungo, Sekda Sarolangun, Kepala BPS Prov Jambi dan Kepala Perum Bulog Jambi.

Otentikasi : Penrem 042/Gapu

Share :

Baca Juga

Nasional

Pimpin Rapat Internal, Panglima TNI Perintahkan Jajaran Waspadai Potensi Lonjakan Covid-19

Nasional

Ketua Persit KCK PCBS Seskoad, “Di Balik Kesuksesan Pria, Ada Wanita Hebat di Sampingnya”

Nasional

Kasal Kunjungi Republic Of Singapore Navy Perkuat Kerjasama Antar Angkatan Laut Kedua Negara

Nasional

Satgas TNI Yonif 142/KJ Manfaatkan Lahan Tidur Untuk Bercocok Tanam

Nasional

Senyum Mbah Sulasmi, Terima Kunci Hasil Bedah RTLH Kodim 0421/LS

Nasional

Pabung Muaro Jambi Hadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

Nasional

Satgas 412 Kostrad Perbaiki Jembatan Penghubung Antar Desa

Nasional

Danbrigif 8/GC Pimpin Sertijab Danyonif 141/AYJP