SRIWIJAYADAILY.CO.ID – Kasiter Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Debok Sumantokoh, S.H melaksanakan Kunjungan dan Panen Raya Sayuran di Agro Wisata Tekno 44, Desa Gelebak Dalam Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan, Jum’at (3/6/2022).
Sebelumnya, LAHAN seluas 25 hektare yang berada di Desa Gelebak Dalam, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan tersebut adalah lahan gambut yang setiap tahun terbakar dan kini berubah wajah, ungkap Kolonel Debok saat berkunjung ke Desa tersebut.
Korem 044/Gapo mengubah lahan tersebut menjadi kawasan edukasi agrowisata. Tempat wisata ini dinamakan Kompleks Edukasi Wisata Agroekoteknologi.
Butuh waktu sekitar satu jam untuk mencapai lokasi tersebut dari pusat Kota Palembang karena jaraknya berkisar 20 kilometer. Setiba lokasi, kita bisa langsung melihat pintu masuk yang dibuat dari bambu-bambu sehingga menambah kesan alami.
Masuk ke kawasan agrowisata tersebut, langsung terlihat berbagai macam tanaman hortikultura baik sayuran dan buah-buahan. Tepat di ujung kawasan agrowisata juga terlihat kolam-kolam ikan dan sebagian ditanam padi sawah lebak. Tak hanya bisa menikmati hijaunya hamparan tanaman sayuran dan buah, kita yang datang juga bisa belajar bercocok tanam dan menikmati sensasi memetik hasil pertanian, ujar Debok.
Di kawasan itu juga disediakan wahana permainan alam bebas. Tempat ini juga menarik untuk berswafoto dengan latar hijaunya tanaman.
Diketahui, agrowisata ini sebelumnya merupakan lahan yang dimiliki oleh warga namun dimaksimalkan untuk kawasan wisata dan edukasi teknologi, dimana pemanfaatan lahan tersebut juga merupakan salah satu solusi permanen penanganan karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Sebelumnya saat Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengunjungi desa tersebut beberapa waktu lalu, juga mengatakan jika tempat ini akan dijadikan kawasan wisata masyarakat sekaligus untuk pembelajaran di bidang teknologi agronomi, juga sebagai sarana hiburan masyarakat sekitar.
“Dalam kawasan ini ada kawasan pertanian terpadu, dimana satu lokasi namun terdapat tiga metode pertanian di dalamnya, seperti kegiatan hari ini, merupakan panen raya yang dimana tanamannya dikembangkan dengan sistem teknologi pertanian, mulai dari penggunaan pupuk alam hingga pengelolaan pertumbuhannya,” jelasnya.
Debok menjelaskan, bukan hanya menjadi tempat wisata saja, namun sebagai wilayah edukasi teknologi pertanian dengan 3 metode farming yaitu pertanian, peternakan, perikanan, menjadi satu.”Terlebih sekarang ini, sudah ada wisata outbond, wisata bidang peternakan, wisata edukasi pertanian dan edukasi di bidang pengembangbiakan bibit ikan, juga pengembang kegiatan usaha perikanan budidaya yang berkelanjutan (sustainable), dengan penerapan sistem budidaya alternatif ekstensif, yaitu penggunaan kolam terpal,” ucap Debok.
Semoga kawasan tersebut ke depannya jangan hanya dijadikan salah satu sarana wisata umum saja, namun bisa dijadikan tempat untuk belajar dan mencari informasi di bidang pertanian dan peternakan, tandasnya. (**)










